Wednesday, 9 January 2013

SOLO, suaramerdeka.com - Pos Indonesia siap melakukan initial public offering (IPO) alias penawaran saham perdana pada paruh kedua tahun ini. Dengan melantai di bursa saham, diharapkan dana segar hingga Rp 1,5 triliun bisa didapat untuk pengembangan bisnis.
Direktur Utama Pos Indonesia, I Ketut Mardjana menyampaikan, Pos Indonesia saat ini sedang dalam upaya terus berkembang. Dalam jangka panjang, pihaknya akan mengarahkan transformasi Pos Indonesia dari postal company menjadi network company.
Pengembangan dengan berbagai diversifikasi usaha ini tentu butuh pembiayaan untuk investasi yang tidak sedikit. Pilihan utama memenuhi kebutuhan aliran dana segar memang jatuh dengan melakukan IPO.
"IPO akan memungkinkan kami memperoleh dana segar tanpa harus dibebani bunga yang tinggi. Pos Indonesia baru bangkit, jangan dibebani macam-macam dulu," ucap dia usai melakukan sosialisasi internal di hadapan sejumlah kepala kantor pos di area Jawa Tengah, di Hotel Sahid Jaya, Jumat (4/1).
Penawaran saham perdana ke publik dijadwalkan pada Agustus atau Oktober tahun ini. Dengan melepas 25-35 persen saham ke publik, Ketut berharap bisa mendapat dana hingga Rp 1 triliun.
"Kami masih terus mempersiapkan realisasi rencana tersebut. Saat ini kami sudah masuk dalam tahap pengajuan izin ke kementerian BUMN," imbuh dia.
Belum diketahui berapa lembar saham yang akan dilepas, kode emiten, hingga berapa harga per lembar saham.
Di samping mengincar dana segar, melakukan IPO juga bertujuan meningkatkan profesionalisme manajemen. Manajemen Pos Indonesia sempat terpuruk lama. Dengan adanga orang baru yang juga memiliki perusahaan, penerapan tata kelola perusahaan akan lebih baik.

No comments:

Post a Comment