SOLO, suaramerdeka.com - Pos Indonesia siap
melakukan initial public offering (IPO) alias penawaran saham perdana
pada paruh kedua tahun ini. Dengan melantai di bursa saham, diharapkan
dana segar hingga Rp 1,5 triliun bisa didapat untuk pengembangan bisnis.
Direktur Utama Pos Indonesia, I Ketut Mardjana menyampaikan, Pos
Indonesia saat ini sedang dalam upaya terus berkembang. Dalam jangka
panjang, pihaknya akan mengarahkan transformasi Pos Indonesia dari
postal company menjadi network company.
Pengembangan dengan berbagai diversifikasi usaha ini tentu butuh
pembiayaan untuk investasi yang tidak sedikit. Pilihan utama memenuhi
kebutuhan aliran dana segar memang jatuh dengan melakukan IPO.
"IPO akan memungkinkan kami memperoleh dana segar tanpa harus
dibebani bunga yang tinggi. Pos Indonesia baru bangkit, jangan dibebani
macam-macam dulu," ucap dia usai melakukan sosialisasi internal di
hadapan sejumlah kepala kantor pos di area Jawa Tengah, di Hotel Sahid
Jaya, Jumat (4/1).
Penawaran saham perdana ke publik dijadwalkan pada Agustus atau
Oktober tahun ini. Dengan melepas 25-35 persen saham ke publik, Ketut
berharap bisa mendapat dana hingga Rp 1 triliun.
"Kami masih terus mempersiapkan realisasi rencana tersebut. Saat ini
kami sudah masuk dalam tahap pengajuan izin ke kementerian BUMN," imbuh
dia.
Belum diketahui berapa lembar saham yang akan dilepas, kode emiten, hingga berapa harga per lembar saham.
Di samping mengincar dana segar, melakukan IPO juga bertujuan
meningkatkan profesionalisme manajemen. Manajemen Pos Indonesia sempat
terpuruk lama. Dengan adanga orang baru yang juga memiliki perusahaan,
penerapan tata kelola perusahaan akan lebih baik.
No comments:
Post a Comment