Thursday, 3 May 2012

@ PT Pos Indonesia Tak Mau Bangkrut Seperti Pos AS



Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) I Ketut Mardjana menegaskan perusahaannya tidak akan bangrut meskipun banyak orang yang berpikir perusahaan plat merah ini akan mengalami kerugian besar sehingga harus gulung tikar.


"Pos Indonesia ini kan banyak persepsi masyarakat yang masih salah, seolah-olah akan mati besok, bagi sunset industry karena melihat dari USPS (United States Postal Service) di Amerika yang bangkrut," ujarnya usai acara BUMN Marketers Club di Gedung Filatelli, Jakarta, Rabu (2/5/2012).


Menurut Ketut, kebangkrutan perusahaan pos tersebut karena tidak adanya upaya diversifikasi usaha yang mengikuti perkembangan zaman dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.


"Jadi ada terjadi pergeseran dalam kegiatan bisnis kita dalam menjaga branding, yaitu dengan menerbitkan produk-produk yang lebih inovatif dan menjaga customer dengan melalui peningkatan service," ujarnya.


Ketut menyebutkan ada beberapa usaha dalam rangka peningkatan usaha di Pos Indonesia, seperti usaha hotel dan segala hal untuk menggunakan aset yang belum dimanfaatkan.


"Aset yang under utilisasi, yang belum dimanfaatkan maka akan dimanfaatkan. Caranya dengan jaringan. Kalau jaringan tidak connect maka pemanfaatannya kecil. Lalu kita bangun lagi, bank, Posmart di kantor pos ini akan utilisasi, bangun kantor pos di prime lokasi itu seperti yang diinginkan masrayakat, seperti hotel, mal-mal kecil, pertokoan, ini yang akan ke depan, jadi betul-betul Pos harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, perkembangan teknologi informasi dan sistem ekonomi dunia," paparnya.


Ketut yakin hal ini dapat menunjang keberlangsungan perusahaannya seperti yang telah dilakukan beberapa pos di Jepang, Korea, dan Australia.


"Di Jepang membangun perusahaan yang diversifikasi. e-commerce mereka luar biasa, jadi bisa belanja dari desa ke kota atau kota ke desa, atau dari ke beberapa negara, Korea juga demikian. Kalau Australia, perbankan nggak buka kantor di pedesaan, tapi disalurkan melalui pos. Jadi di beberapa negara telah melakukan diversifikasi usaha. dan disitu juga bisa berkembang, misalkan pos dalam arti sempit yaitu hanya pengiriman dokumen dan surat maka akan bangkrut, tapi kalau kita memenuhi kebutuhan masyarakat, tuntutan zaman saat ini maka pos akan berjaya karena jaringan yang dimiliki pos ini luar biasa," pungkasnya.

No comments:

Post a Comment