Surat Berperangko Hanya Sumbang 5,2 Persen Pendapatan PT Pos
"Di semua negara, layanan surat berperangko memang menurun peminatnya
sejak era telepon genggam masuk. Apalagi internet semakin dikenal,"
ujar Setyo Riyanto.
"Di semua negara, layanan surat berperangko memang menurun peminatnya sejak era telepon genggam masuk. Apalagi internet semakin dikenal," ujar Setyo Riyanto.
Surat dan logistik (kiriman barang), ungkap Setyo, menyumbang omzet terbesar PT Pos, dengan 52 persen dari total omzet. Namun dari 52 persen tersebut, layanan surat berperangko hanya berkontribusi 10 persen, atau hanya 5,2 persen dari total pendapatan.
Setyo mengakui berat mengangkat minat masyarakat kembali berminat dengan layanan surat berperangko. Namun demikian, PT Pos tetap optimistis karena layanan surat berperangko, tetap dibutuhkan. Para filatelis juga menjadi harapan bahwa era perangko akan tetap ada.
"Layanan PT Pos juga semakin beragam," katanya.
PT Pos yang di seluruh penjuru Nusantara memiliki 3.817 kantor pos, menargetkan pendapatan Rp 3 triliun tahun ini. "Saat ini, Rp 2,8 Triliun. Kami optimistis mencapai target Rp 3 triliun tersebut," ucap Setyo.
No comments:
Post a Comment